B. PENTINGNYA KEMERDEKAAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT

Pelaksanaan demokrasi pancasila adalah berlandaskan pada semangat gotong royong dan kekeluargaan. Demokrasi pancasila tidak menekankan pada kepentingan sendiri , tetapi semangat permusyawaratan yang mencakup kebebasan dan kebersamaan.

 

1)      DASAR HUKUM MENGEMUKAKAN PENDAPAT

Kemerdekaan mengemukakan pendapat wajib dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, dan sejalan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang kemerdekaan mengemukakan pendapat adalah sebagai berikut :

  1. Pasal 28 UUD 1945                  

à  Kemerdekaan berserikat, dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan, dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-Undang

  1. Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 ( diamandemen )

à Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat

  1. Deklarasi universal hak-hak asasi manusia

à Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat, dalam hal ini termasuk kebebasan mempunyai pendapat-pendapat dengan tidak mendapat gangguan dan untuk mencari, menerima, dan menyampaikan keterangan dan pendapat dengan cara apapun juga dengan tidak memandang batas-batas

  1. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998, tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum

 

2)    PEMBATASAN KEMERDEKAAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT

Menurut kodratnya, manusia adalah sebagai makhluk monodualistis yaitu sebagai makhluk pribadisekaligus sebagai makhluk sosial. Setiap manusia memiliki kemerdekaan atau yang disebut hak asasi yaitu hak pokok atau hak dasar yang dimiliki manusia sejak lahir dan merupakan anugerah Tuhan yang Maha Esa.

  1. Jaminan kemerdekaan mengemukakan pendapat
  2. Setiap neara memiliki kebebasan
  3. Kemerdekaan untuk mengemukakan pendapat
  4. Pembatasan kemerdekaan mengemukakan pendapat

3)      MENGHORMATI  KEMERDEKAAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT ORANG LAIN

Dalam pelaksanaan musyawarah untuk mencapai mufakat, terkadang terjadi perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat tersebut merupakan sesuatu yang wajar, sepanjang untuk mencari jalan keluar yang sebaik-baiknya. Pelaksanaan musyawarah harus dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. Jadi, kita tidak boleh menanggapi pendapat orang lain disertai dengan perasaan yang tidak terarah.

Kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan salah satu hak asasi manusia yang dijamin oleh UUD 1945 dan deklarasi universal hak-hak asasi manusia. Kemerdekaan setiap warga negarauntuk menyampaikan pendapat di muka umum merupakan perwujudan demokrasi dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Hal ini diatur dalam UU no.9 tahun 1998. Hak menyampaikan pendapat di muka umum dilaksanakan secara bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

4)      MENGEMUKAKAN PENDAPAT SECARA BEBAS DAN BERTANGGUNG JAWAB

UU No.9 Tahun 1998 pasal 2 “Setiap warga Negara secara perorangan maupun  kelompok, bebas menyampaikan pendapat sebagai perwujudan hak dan tanggung jawab berdemokrai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.”

Sebagai negara demokrasi Indonesia memberi kesempatan bagi warga negara untuk berserikat berkumpul dan mengeluarkan pendapat.

Pada dasarnya tidak ada kebebasan yang mutlak bagi anggota masyarakat. Kebebasan yang kita miliki hendaknya dipergunakan untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan sesuai kepribadian kita. Kemerdekaan yang dimiliki oleh setiap manusia berkaitan dengan kewajiban, yaitu melaksanakan haknya penuh tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga masyarakat, dan Tuhan yang maha esa.

Paggunaan hak mengemukakan pendapat di muka umum merupakan hak yang dimilikimoleh setiap warga Negara. Penggunaan hak dapat diebut bertanggung jawab, apabila ada penghargaan dan penghormatan hak orang lain.

Pentingnya Berserikat dan Mengeluarkan Pendapat

Dalam Pasal 28 UUD 1945 ini dijamin kebebasan warga negara untuk berserikat,berkumpul dan mengemukakan pendapat. Untuk menyatukan pendapat yang berbeda beda diperlukan suatu musyawarah agar dapat mencapai kata mufakat.

Cara melaksanakan musyawarah untuk mufakat adalah sebagai berikut :

  1. Setiap paserta musyawarah berhak mengemukakan pendapat.
  2. Musywarah dilakukan dengan akal sehat dan hati nurani yang luhur
  3. Menjunjung tinggi nilai kemanusian yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia
  4. Setiap aggota musyawarah wajib melaksanakan hasil keputusan bersama.
  5. Keputusan hasil musawarah harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa

Jaminan tersebut di atas sangat penting bagi Negara yang berkedaulatan rakyat, juga mencerminkan  bahwa rakyat benar benar memiliki kekuatan tertinggi dalam suatu Negara.

Demikian juga melalui media masa, masyarakat atau rakyat dapat menyampaikan kritik, saran, masukan Dan control terhadap pemerintah.

Kebebasan yang dianut Negara Indonesia adalah kebebasan yang bertanggung jawab, sehingga kebebasan yang kita lakukan tidak melanggar hati nurani, norma yang berlaku, serta kebebasan orang lain.

5)      BERORGANISASI

Berorganisasi di negara kita diatur oleh UUD 45 dan dibedakan mejadi 2 macam :

  1. Organisasi Sosial Kemasyarakatan

Organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat WNI atas dasar

Kesamaan kesamaan berbagai hal dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa

Contoh :

  • SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia)
  • PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga)
  • PGRI (Persatuan Guru Seluruh Indonesia)
  1. Organisasi Politik

Pemilu pada tahun 1999 diikuti 48 partai berikut, contohnya :

 

  • PDIP
  • Partai GOLKAR
  • PPP
  • PKB

 

  1. Manfaat mengikuti kegiatan organisasi
  • Ikut merasa memiliki suatu bangsa dan negara
  • Ikut berpartisipasi dalam kemajuan bangsa
  • Melatih orang berperilaku dewasa
  • Kekerjasamaan terhadap sesama terjaga
  1. Berperan serta dalam kegiatan organisasi

Contoh :

ü Lingkungan Keluarga :

  • Patuh terhadap orang tua
  • Bersikap adil terhadap semua anggota keluarga
  • Menghargai pendapat anggota keluarga saat musyawarah
  • Melaksanakan hasil musyawarah dengan tanggung jawab

ü Lingkungan sekolah :

  • Menghormati guru dan karyawan sekolah
  • Menghormati sesama teman
  • Mematuhi tata tertib sekolah
  • Menghormati hasil musyawarah dengan tanggung jawab

ü Lingkungan masyarakat :

  • Menghormati peraturan masyarakat
  • Menghormati anggota masyarakat
  • Menghormati hasil musyawarah
  • Ikut serta kegiatan masyarakat

ü Lingkungan bangsa dan negara :

  • Melaksanakan peraturan dengan tanggung jawab
  • Melaksanakan hak dan kewajiban dengan seimbang
  • Membayar pajak
  • Tidak memaksakan kehendak pada orang lain
About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s